<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1091708041645925877</id><updated>2011-07-07T13:01:24.786-07:00</updated><title type='text'>Dedy Martoni Blog Site</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dedymartoni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1091708041645925877/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedymartoni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dedy Martoni blog site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12285269449777605578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1091708041645925877.post-8593453002270423490</id><published>2008-01-14T22:32:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T22:36:45.403-08:00</updated><title type='text'>DEPOK DAN KEMISKINAN</title><content type='html'>DEPOK DAN KEMISKINAN&lt;br /&gt;Oleh Dedy Martoni, S.Pd*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan adalah persoalan yang sangat serius di Negara kita. Dengan kenaikan BBM yang mencapai rerata 180% telah menambah kuantitas orang-orang miskin di Indonesia. Dari 42 juta orang menjadi 62 juta orang dari 217 juta penduduk di Indonesia. Belum lagi akan dinaikkannya tariff dasar listrik (TDL) yang sedang diperdebatkan di DPR pusat. Tak terkecuali di kota Depok. Kota yang relatif baru 6 tahun ini memiliki persoalan yang banyak dan pelik. Terutama dibidang kesejahteraan yang merupakan leading sector komisi D DPRD Depok, seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos), Dep. Agama dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Sejahtera (PMKS). Di Depok sendiri terjadi kenaikkan angka kemiskinan dari 63 ribu orang miskin (data laporan LKPJ Walikota tahun 2005) menjadi 73 ribu orang.&lt;br /&gt;Permasalahan yang perlu diketahui dan segera ditindaklanjuti adalah masalah pendataan, masalah beras miskin (raskin), masalah bantuan langsung tunai (BLT), masalah pendidikan yang terjangkau, masalah asuransi kesehatan miskin (Askeskin) serta masalah buruh dan wanita tuna susila (WTS) dan gepeng. Tentu permasalahan di atas menjadi tantangan tersendiri bagi Walikota baru, Nurmahmudi Imail-Yuyun Wirasaputra, pasangan Walikota yang diusung oleh PKS untuk memecahkan masalah tersebut. Semoga tulisan ini menjadi masukan yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Pendataan&lt;br /&gt;Ketika pemerintah pusat menyanangkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk rakyat miskin di seluruh Indonesia terjadi kekisruhan dimana-mana. Kalau tidak segera dibenahi maka akan terjadi konflik horizontal yang massif dan meluas kata seorang pakar sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) di televisi beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Di mana persoalannya? Siapa yang berhak mendapatkan bantuan tersebut? Jelas orang miskin. Persoalannya adalah pada PENDATAAN!!!&lt;br /&gt;Masing-masing instansi pemerintah memiliki kriteria tersendiri dan mempunyai cara tersendiri di dalam pendataan orang-orang miskin. Contoh kasus di Depok. Jumlah orang miskin menurut BPS di kota Depok yang menerima bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi kenaikan BBM sebanyak 32.085 ribu orang. Ada 14 kriteria menurut BPS penduduk yang berhak mendapatkan BLT. Sementara yang menerima bantuan beras miskin (raskin) berjumlah 20 ribu orang. Datanya diambil dari PMKS (dulu BKKBN). Untuk Dinas pendidikan dan dinas kesehatan juga berbeda. Menurut dinas kesehatan terdapat 105.210 orang miskin.&lt;br /&gt;Seharusnya orang miskin yang menerima bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi kenaikan BBM, beras miskin (raskin), beasiswa putra/putrinya yang rawan atau sudah putus sekolah dari dinas pendidikan dan yang menerima kartu asuransi kesehatan miskin (aseskin) dari dinas kesehatan kota Depok adalah orang yang sama. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Karena memang masing-masing instansi kriteria kemiskinan sangat berbeda.&lt;br /&gt;Sudah saatnya Pemerintah Kota Depok perlu melakukan pembenahan secepatnya dengan melakukan koordinasi pada instansi terkait seperti BPS, PMKS, Disdik dan Dinkes untuk melakukan hal-hal berikut. Pertama, menentukan kriteria kemiskinan yang ada di kota Depok. Kedua, menentukan pendataan mana yang akan dipergunakan dari keempat instansi. Ketiga, menentukan kebijakan umum dan strategi dalam penanggulangan kemiskinan. Mungkin inilah solusi terbaik di dalam mengatasi permasalahan data orang-orang miskin yang ada di Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan kriteria kemiskinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Lokakarya Penanggulangan Kemiskinan Daerah dan kesepekatan kriteria penduduk miskin yang diselenggarakan oleh Bapeda kota Depok di Garaha Insan Cita terungkap, masing-masing instansi memiliki kriteria tersendiri.&lt;br /&gt;Kemiskinan menurut Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga sejahtera PMKS adalah Keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I. Keluarga Pra Sejahtera adalah keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) secara minimal seperti agama, pangan, sandang, papan dan kesehatan. Atau dengan kata lain keluarga tersebut belum dapat memenuhi satu atau lebih dari 6 indikator Keluarga Sejahtera I. Sedangkan Keluarga Sejahtera I adalah keluarga-keluarga yang telah dapat memennuhi kebutuhan dasar secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial-psikhologis (socio-psychological needs) seperti pendidikan, KB, interaksi dalam keluarga dan lingkungan dengan rincian sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. MAKAN DUA KALI SEHARI ATAU LEBIH *)&lt;br /&gt;2. MEMILIKI PAKAIAN YANG BERBEDA UNTUK AKTIVITAS *)&lt;br /&gt;3. RUMAH YANG DITEMPATI MEMPUNYAI ATAP, LANTAI DAN DINDING YANG BAIK *)&lt;br /&gt;4. BILA ADA ANGGOTA KELUARGA YANG SAKIT DI BAWA KE SARANA KESEHATAN *)&lt;br /&gt;5. PUS INGIN BER-KB PERGI KE SARANA PELAYANAN KONTRASEPSI&lt;br /&gt;6. ANAK USIA 7 – 15 TAHUN BERSEKOLAH *)&lt;br /&gt;*) hanya menunjukkan indikator kemiskinan&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Biro Pusat Statistik ada 14 variabel rumahtangga miskin :&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Variabel&lt;br /&gt;Kriteria Rumahtangga Miskin&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Luas lantai bangunan tempat tinggal&lt;br /&gt;Kurang dari 8 m2 per orang&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis lantai bangunan tempat tinggal&lt;br /&gt;Tanah/bambu/kayu murahan/semen kualitas jelek&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis dinding tempat tinggal&lt;br /&gt;Bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/ tembok tanpa diplester&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Fasilitas tempat buang air besar&lt;br /&gt;Tidak punya/ bersama&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Sumber penerangan utama&lt;br /&gt;Bukan listrik&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Sumber air minum&lt;br /&gt;Sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Bahan bakar untuk memasak sehari-hari&lt;br /&gt;Kayu bakar/arang/minyak tanah&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Konsumsi daging/susu/ayam per minggu&lt;br /&gt;Tidak pernah mengkonsumsi/ hanya satu&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Pembelian pakaian baru untuk setiap art dalam setahun&lt;br /&gt;Tidak pernah membeli/ hanya membeli satu stel dalam setahun&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Makan dalam sehari untuk setiap art&lt;br /&gt;Hanya satu / dua kali makan dalam sehari&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Kemampuan membayar untuk berobat ke Puskesmas/Poliklinik&lt;br /&gt;Tidak mampu membayar untuk berobat&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Lapangan pekerjaan utama rumahtangga&lt;br /&gt;Petani dgn luas lahan &lt; 0,5 ha/buruh tani, nelayan, buruh bangunan, pekerjaan lainnya yang tidak tetap atau tidak bekerja&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Pendidikan tertinggi kepala rumahtangga&lt;br /&gt;Tidak sekolah / tidak tamat SD/ SD&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Pemilikan asset/tabungan&lt;br /&gt;dijual dengan nilai minimal Rp 500.000,-&lt;br /&gt;Seperti sepeda motor(kredit/tunai), emas, ternak, kapal motor atau barang modal lainnya&lt;br /&gt;Kriteria miskin menurut dinas kesehatan kota Depok ada 6 yaitu,&lt;br /&gt;Tidak dapat makan 2 x sehari&lt;br /&gt;Tidak mampu mengonsumsi makanan protein hewan (daging sapi, ayam atau telur) 1 x seminggu&lt;br /&gt;Tidak mampu menyekolahkan anak&lt;br /&gt;Tidak mampu berobat&lt;br /&gt;Dalam satu KK tidak ada yang berpenghasilan&lt;br /&gt;Lantai rumah terluas adalah tanah.&lt;br /&gt;Hasil kesepakatan di dalam Lokakarya tsb sbb:&lt;br /&gt;Istilah yang disepakati adalah keluarga miskin bukan rumahtangga miskin, dan bukan pula penduduk miskin.&lt;br /&gt;Karena pada prinsipnya kriteria keluarga miskin dari Dinas PMKS, Dinas Kesehatan (dinkes) dan Biro Pusat Statistik (BPS) disepakati variabel keluarga miskin menggunakan kriteria yang telah dirumuskan oleh BPS.&lt;br /&gt;Mekanisme Pendataan&lt;br /&gt;Mekanisme pendataan yang dilakukan oleh BPS secara nasional itu seragam dan sudah cukup baik. Sebagaimana kita lihat di bawah ini.&lt;br /&gt;KEGIATAN PENDATAAN AWAL KELUARGA MISKIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pencacah bersama Ketua RT mengidentifikasi/mencatat rumahtangga yang diduga miskin. Dijaring dengan menggunakan kuesioner/daftar “PSE05-LS” . Selanjutnya daftar PSE05-LS ditanda tangani dan di cap oleh ketua RT.&lt;br /&gt;2. Pencacah melakukan uji kelayakan (klarifikasi) rumahtangga yang diduga miskin di lapangan&lt;br /&gt;3. Pencacah melakukan pendataan kondisi social ekonomi terhadap rumahtangga yang diduga layak miskin. Pendataan menggunakan kuesioner/daftar “PSE05-RT”.&lt;br /&gt;4. Selesai pendataan per RT, dokumen PSE05-LS dan PSE05-RT di entri di BPS Kota Depok&lt;br /&gt;5. Hasil data entri rumahtang yang diduga miskin dikirim ke BPS Propinsi Jawa Barat dan BPS Pusat&lt;br /&gt;6. BPS Pusat mengolah dan menentukan jumlah dan siapa Rumahtangga Miskin yang layak.&lt;br /&gt;7. Daftar/direktori Rumahtangga Miskin yang telah ditentukan dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) di lapangan.&lt;br /&gt;8. Apabila dari hasil Coklit di lapangan ada yang tidak layak, Rumahtangga tersebut dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGIATAN PENDATAAN SUSULAN RUMAHTANGGA MISKIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penduduk mendaftar langsung melalui Kelurahan, BPS Kota Depok dan beberapa LSM turut membantu pendaftaran susulan.&lt;br /&gt;2. Rumahtangga terdaftar di lakukan verifikasi (pengecekan) ke lapangan.&lt;br /&gt;3. Pencacah melakukan pendataan kondisi social ekonomi terhadap rumahtangga yang diduga layak miskin. Pendataan menggunakan kuesioner/ daftar “PSE05-RT”.&lt;br /&gt;4. Selesai verifikasi, PSE05-RT di entri di BPS Kota Depok&lt;br /&gt;5. Hasil data entri rumahtang yang diduga miskin dikirim ke BPS Propinsi Jawa Barat dan BPS Pusat&lt;br /&gt;6. BPS Pusat mengolah dan menentukan jumlah dan siapa Rumahtangga Miskin yang layak.&lt;br /&gt;7. Daftar/direktori Rumahtangga Miskin yang telah ditentukan dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) di lapangan.&lt;br /&gt;8. Apabila dari hasil Coklit di lapangan ada yang tidak layak, Rumahtangga tersebut dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASIL PENDATAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Rumahtangga Miskin Kota Depok menurut Kecamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Kecamatan&lt;br /&gt;Banyaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil&lt;br /&gt;Batal/&lt;br /&gt;RTM&lt;br /&gt;Kel&lt;br /&gt;RW&lt;br /&gt;RT&lt;br /&gt;Pendataan&lt;br /&gt;BPS Pusat&lt;br /&gt;Tdk Layak&lt;br /&gt;Depok&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;(3)&lt;br /&gt;(4)&lt;br /&gt;(5)&lt;br /&gt;(6)&lt;br /&gt;(7)&lt;br /&gt;(8)&lt;br /&gt;(9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01&lt;br /&gt;Sawangan&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;137&lt;br /&gt;558&lt;br /&gt;9.577&lt;br /&gt;5.782&lt;br /&gt;35&lt;br /&gt;5.747&lt;br /&gt;02&lt;br /&gt;Pancoranmas&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;147&lt;br /&gt;794&lt;br /&gt;9.852&lt;br /&gt;6.858&lt;br /&gt;94&lt;br /&gt;6.764&lt;br /&gt;03&lt;br /&gt;Sukmajaya&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;194&lt;br /&gt;1.117&lt;br /&gt;9.773&lt;br /&gt;6.149&lt;br /&gt;572&lt;br /&gt;5.577&lt;br /&gt;04&lt;br /&gt;Cimanggis&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;210&lt;br /&gt;1.132&lt;br /&gt;13.679&lt;br /&gt;8.628&lt;br /&gt;125&lt;br /&gt;8.503&lt;br /&gt;05&lt;br /&gt;Beji&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;72&lt;br /&gt;368&lt;br /&gt;3.730&lt;br /&gt;2.950&lt;br /&gt;107&lt;br /&gt;2.843&lt;br /&gt;06&lt;br /&gt;Limo&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;82&lt;br /&gt;350&lt;br /&gt;3.653&lt;br /&gt;2.663&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;2.651&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J u m l a h&lt;br /&gt;63&lt;br /&gt;842&lt;br /&gt;4.319&lt;br /&gt;50.264&lt;br /&gt;33.030&lt;br /&gt;945&lt;br /&gt;32.085&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan umum dan strategi dalam penanggulangan kemiskinan&lt;br /&gt;Di dalam Lokakarya itu, pemerintah kota Depok ternyata telah menentukan kebijakan umum dan strategi dalam mengatasi kemiskinan. Ada 5 kebijakan dan 10 strategi prioritas dalam penanggulangan.&lt;br /&gt;Kebijakan Perluasan Kesempatan Kerja dan berusaha&lt;br /&gt;Meningkatkan pelayanan ketenagakerjaan yang berorientasi pasar&lt;br /&gt;Meningkatkan produktivitas dan jaringan usaha bagi koperasi dan UKM&lt;br /&gt;Meningkatkan produktivitas potensi unggulan pertanian&lt;br /&gt;Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat&lt;br /&gt;Pemberdayaan keluarga miskin dan pra-sejahtera&lt;br /&gt;Kebijakan Peningkatan Kapasitas SDM&lt;br /&gt;Memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi keluarga miskin&lt;br /&gt;Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan&lt;br /&gt;Meningkatkan Angka Harapan Hidup (AHH)&lt;br /&gt;Kebijakan Perlindungan sosial&lt;br /&gt;Mengembangkan pola jaminan sosial&lt;br /&gt;Keijakan Peningkatan Kualitas Lingkungan&lt;br /&gt;Meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman di kawasan kumuh (slump area) dan pinggiran&lt;br /&gt;Mengembangkan pola pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.&lt;br /&gt;Jika kebijakan umum dan strategi ini benar-benar dilaksanakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab maka dapat diharapkan penanggulangan kemiskinan dapat dikurangi secara bertahap. Semoga kepemimpinan baru walikota hasil pilkada langsung dapat mencerahkan kota Depok dimasa yang akan datang. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1091708041645925877-8593453002270423490?l=dedymartoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedymartoni.blogspot.com/feeds/8593453002270423490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1091708041645925877&amp;postID=8593453002270423490' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1091708041645925877/posts/default/8593453002270423490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1091708041645925877/posts/default/8593453002270423490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedymartoni.blogspot.com/2008/01/depok-dan-kemiskinan.html' title='DEPOK DAN KEMISKINAN'/><author><name>Dedy Martoni blog site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12285269449777605578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1091708041645925877.post-3628864650903900857</id><published>2008-01-14T21:26:00.001-08:00</published><updated>2008-01-14T22:39:46.424-08:00</updated><title type='text'>Perkenalan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DteKdfG7GHw/R4xJGPbXmTI/AAAAAAAAAAU/8cYnuA4sMIE/s1600-h/Dedy+Martoni+-+Masjidil+Haram.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155576045001742642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_DteKdfG7GHw/R4xJGPbXmTI/AAAAAAAAAAU/8cYnuA4sMIE/s320/Dedy+Martoni+-+Masjidil+Haram.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Assalamu 'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Nama saya Dedy Martoni, tinggal di Kelapa Dua Depok. Lahir di Jakarta, 31 Maret 1963. Saya menikah dengan Dra. Evawani dan telah dikaruniai 8 orang anak. Saat ini saya mendapat amanah menjadi anggota DPRD Kota Depok dari fraksi PKS, dan sebagai ketua komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1091708041645925877-3628864650903900857?l=dedymartoni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedymartoni.blogspot.com/feeds/3628864650903900857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1091708041645925877&amp;postID=3628864650903900857' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1091708041645925877/posts/default/3628864650903900857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1091708041645925877/posts/default/3628864650903900857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedymartoni.blogspot.com/2008/01/perkenalan.html' title='Perkenalan'/><author><name>Dedy Martoni blog site</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12285269449777605578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DteKdfG7GHw/R4xJGPbXmTI/AAAAAAAAAAU/8cYnuA4sMIE/s72-c/Dedy+Martoni+-+Masjidil+Haram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
